Isi Company Profile yang Wajib Dimiliki Perusahaan agar Terlihat Profesional & Meyakinkan
January 6, 2026
Ide Promosi Brand di Bazar Ramadan: Gunakan Booth Portable dan X-Banner yang Menarik Perhatian
February 10, 2026Kalau Anda sedang cari jawaban “lebih bagus mana, digital printing atau offset printing?”, Anda tidak sendirian. Pertanyaan ini hampir selalu muncul saat UMKM, brand baru, atau tim marketing mau cetak brosur, banner, stiker, kartu nama, kemasan, sampai kaos promosi. Kabar baiknya: tidak ada yang mutlak lebih baik—yang ada, lebih tepat guna. Artikel ini akan bantu Anda memilih dengan logika bisnis: biaya, jumlah cetak, kecepatan, kualitas, dan fleksibilitas desain—tanpa ribet, tanpa jargon teknis berlebihan.
Apa Itu Digital Printing dan Offset Printing?
Apa yang dimaksud dengan Digital Printing?
Digital printing adalah metode cetak langsung dari file digital ke mesin cetak, tanpa perlu plat cetak. Mirip seperti printer, tapi versi industri—lebih besar, lebih cepat, dan lebih presisi.
Contoh produk yang sering pakai digital printing:
- Spanduk & banner satuan
- Poster A3/A2
- Stiker custom (nama beda-beda)
- Kartu nama cepat jadi
- Kaos satuan / print DTG / DTF
- Brosur jumlah kecil
Ciri utama digital printing:
- Setup cepat
- Bisa cetak 1 pcs pun jadi
- Cocok untuk kebutuhan fleksibel & mendadak
Apa itu Offset Printing?
Offset printing adalah metode cetak yang menggunakan plat cetak untuk memindahkan tinta ke kertas. Proses awalnya lebih panjang (setting mesin, buat plat), tapi sangat efisien untuk cetak massal.
Contoh produk yang biasa pakai offset:
- Brosur ribuan lembar
- Flyer promosi skala besar
- Majalah & buku
- Katalog produk
- Kemasan makanan/minuman
- Company profile
Ciri utama offset printing:
- Biaya awal lebih mahal (setup)
- Tapi semakin banyak cetak, semakin murah per lembarnya
- Kualitas warna sangat konsisten
Digital Printing vs Offset Printing: Apa Bedanya Secara Praktis?
Biar gampang dibandingkan, lihat tabel ini:
| Aspek | Digital Printing | Offset Printing |
| Jumlah cetak | Kecil – menengah | Menengah – besar (ribuan ke atas) |
| Waktu pengerjaan | Cepat (bisa hitungan jam) | Lebih lama (setup dulu) |
| Biaya awal | Murah | Lebih mahal (buat plat & setting mesin) |
| Harga per lembar | Stabil (tidak jauh beda meski nambah qty) | Semakin murah kalau qty banyak |
| Fleksibilitas desain | Tinggi (bisa beda-beda tiap lembar) | Rendah (semua sama) |
| Konsistensi warna | Baik | Sangat baik & stabil |
| Cocok untuk | Cetak cepat, custom, percobaan desain | Produksi massal, branding jangka panjang |
Kapan Sebaiknya Pakai Digital Printing?
Pilih digital printing kalau kondisi Anda seperti ini:
1. Cetak Sedikit atau Percobaan Desain
Misalnya:
- Mau cetak 50 brosur buat tes promosi
- Mau lihat dulu warna & hasil akhir sebelum cetak ribuan
- Butuh beberapa versi desain untuk A/B testing
Dengan digital printing, Anda tidak terbebani biaya setup mahal.
2. Butuh Cepat (Deadline Mepepet)
Contoh kasus nyata:
- Besok ada event, hari ini baru sadar perlu banner & poster
- Sales minta brosur dadakan buat ketemu klien
- Toko mau pasang stiker promo flash sale
Digital printing unggul di kecepatan. Banyak percetakan bisa selesai hari yang sama.
3. Butuh Personalisasi / Data Berbeda Tiap Cetak
Misalnya:
- Stiker dengan nama pelanggan berbeda
- Kartu undangan dengan nomor kursi unik
- Sertifikat, voucher, atau label produk custom
Ini hampir mustahil efisien kalau pakai offset. Digital printing jauh lebih masuk akal.
Kapan Lebih Untung Pakai Offset Printing?
Sekarang kita lihat sisi sebaliknya.
1. Cetak dalam Jumlah Besar
Kalau Anda mau cetak:
- 5.000 brosur
- 10.000 flyer
- 3.000 katalog
- 20.000 kemasan produk
Maka offset printing hampir pasti lebih murah per lembarnya dibanding digital printing.
2. Desain Fix dan Dipakai Jangka Panjang
Contoh:
- Company profile perusahaan
- Brosur produk utama
- Kemasan brand yang tidak sering berubah
- Buku panduan, modul, atau majalah
Karena tidak perlu ganti desain, biaya setup offset jadi masuk akal dan efisien.
3. Butuh Konsistensi Warna Tingkat Tinggi
Untuk brand besar atau produk retail:
- Warna logo harus sangat konsisten
- Hasil cetak antar batch harus seragam
- Kualitas visual jadi bagian dari citra brand
Offset printing unggul di stabilitas warna dan presisi untuk produksi massal.
Mana yang Lebih Murah? Ini Jawaban Jujurnya
Jawaban singkat: tergantung jumlah cetak.
- Cetak 100 brosur:
- Digital printing: lebih murah
- Offset: bisa jauh lebih mahal karena biaya setup
- Digital printing: lebih murah
- Cetak 10.000 brosur:
- Offset: jauh lebih murah per lembar
- Digital: total biaya bisa membengkak
- Offset: jauh lebih murah per lembar
Prinsip sederhananya:
Digital = murah di jumlah kecil
Offset = murah di jumlah besar
Jadi, Mana yang Paling Efektif untuk Bisnis Anda?
Gunakan panduan praktis ini:
- Pilih digital printing jika:
- Fokus ke kecepatan, fleksibilitas, dan jumlah kecil
- Sering ganti desain
- Butuh cetak custom (nama, nomor, varian)
- Fokus ke kecepatan, fleksibilitas, dan jumlah kecil
- Pilih offset printing jika:
- Fokus ke efisiensi biaya skala besar
- Cetak ribuan ke atas
- Desain stabil untuk jangka waktu lama
- Fokus ke efisiensi biaya skala besar
Perdebatan digital printing vs offset printing bukan soal mana yang lebih keren, tapi mana yang paling masuk akal untuk kebutuhan bisnis Anda saat ini. Salah pilih metode bisa bikin biaya membengkak atau proses jadi lambat. Kalau kamu nyari Digital printing berkualitas, bisa banget cetak di Eka Print Bali.


